Satya Adhi Wicaksana

  Latest Posts

Rabu, 25 Maret 2020

JAKSA MENYAPA di Radio RPK fm Bersama RSUD Lakipadada : Bersama Kita Cegah Penyebaran Covid-19


Pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2020 Kejaksaan Negeri Tana Toraja melaksanakan kegiatan Jaksa Menyapa bertempat di studio Radio Pemerintah Kabupaten Tana Toraja RPK FM. Tema kegiatan Jaksa Menyapa adalah Pencegahan Penularan Covid-19 serta Penyampaian Tugas Pokok dan Fungsi Kejaksaan.
Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut yaitu :
- Jefri Penanging Makapedua S.H., M.H. (Kajari Tana  Toraja)
- Ariel Denny Pasangkin S.H. (Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tana Toraja);
- Margaretha H. Paturu, SH;
- Rahmad Ramadhan Nasution, SH. (Jaksa Fungsional Kejari Tana Toraja);
- dr. Andi Rahmat Hidayat M.Kes., Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam);
- Beatrix Marendeng, S.Farm.,Apt (Apoteker);

Siaran dialog interaktif tersebut dibuka oleh pembawa acara langsung dan kesempatan pertama diberikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua, SH.MH untuk memaparkan terkait tugas pokok dan fungsi Kejaksaan yaitu sebagai Penuntut Umum, Kejaksaan juga memiliki kewenangan sebagai penyidik dan penyelidik dalam perkara tindak pidana korupsi serta pelanggaran hak asasi manusia. Dalam kesempatannya kajari pun memberitahukan tentang bidang-bidang yang terdapat pada instansi kejaksaan seperti Bidang Pembinaan, Bidang Intelijen, Bidang Tindak Pidana Umum, Bidang Tindak Pidana Khusus, Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, dan Bidang Pengawasan.
Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja menyampaikan bahwa tujuan diadakannya   Jaksa Menyapa melalui RPK FM  adalah membangun hubungan dan komunikasi secara langsung dengan masyarakat dengan adanya komunikasi interaktif langsung dengan masyarakat melalui siaran radio diharapkan Kejaksaan dapat memberikan informasi kepada masyarakat apa apa saja yg telah di lakukan Kejaksaan Negeri Tana Toraja selama ini untuk mencegah adanya perbuatan melawan hukum terutama dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Diharapkan juga kami dengan adanya interaktif dari masyrakat kami mendapatkan informasi baik saran maupun kritikan untuk membuat Kejari Tana Toraja dapat memperbaiki citranya dalam melayani masyarakat kita,
Kepala Seksi Intelijen, Ariel Denny Pasangkin, SH. Menjelaskan tentang tupoksi bidang intelijen yaitu terdiri dari tiga program melakukan penyelidikan, penggalangan, dan pengamanan. Bidang Intelijen juga turut menyelenggarakan kegiatan peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pengamanan kebijakan penegakan hukum melalui program Jaga Desa, Jaksa Menyapa, dan jaksa Masuk Sekolah dengan cara melakukan penyuluhan hukum/penerangan hukum untuk memberikan pehaman dan pengetahuan tentang hukum kepada masyarakat agar kesadaran hukum semakin meningkat kejahatan semakin menurun.
Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Margaretha H. Paturu, SH. Mengatakan  bahwa dalam hal ini Kejaksaan bertindak sebagai Pengacara Negara atas nama pemerintah dan negara melalui surat kuasa khusus baik dari BUMN ataupun instansi pemerintah lainnya. Tugas dan wewenang  bidang Perdata dan Tata Usaha Negara diatur dalam undang-undang Kejaksaan No. 16 tahun 2014 pasal 30 ayat 2 yang berbunyi Di bidang perdata dan tata usaha negara, kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah. Lebih lanjut menjelaskan mengenai 5 tugas Jaksa Pengacara Negara yaitu memberi Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Pelayanan Hukum, Penegakan Hukum, dan Tindakan Hukum.
Sebelum Dialog Interaktif dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pencegahan penularan Covid-19, ada satu penelpon atas nama Dreden dari Burake yang bertanya apakah Kejaksaan dapat juga melakukan Pendampingan Hukum pada masalah tanah yang tidak dapat diselesaikan oleh Lembaga Adat. Dijawab oleh Kajari, telah dijelaskan melalui tupoksi bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara bahwa Kejaksaan hanya dapat mewakili negara dan pemerintah dan BUMN, diluar itu belum terdapat aturan hukum yang mengatur. Kecuali sudah memasuki ranah pidana atau perdata tentunya akan diselesaikan sesuai dengan aturan hukum negara.
dr. Andi Rahmat Hidayat M.Kes., Sp.PD yang merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUD Lakipadada dan anggota Tim Penanganan Covid-19, selanjutnya memberikan penjelasan secara jelas mengenai apa itu Covid-19 dan cara penularan Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh corona virus yang sudah lama dikenal, salah satu contohnya adalah virus SARS, dan pada akhir tahun 2019 ditemukan lagi dan diberi nama Covid-19. Cara penularannya melalui droplet (cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat bersin dan batuk) yang terkena langsung maupun tidak sengaja menyentuh benda atau bagian tubuh yang terkena droplet tersebut kemudian menyentuh bagian mulut,hidung dan mata.
Diharapkan melalui kegiatan Jaksa Menyapa seperti saat ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dalam memahami tugas pokok dan fungsi Kejaksaan, Masyarakat harus diberikan kesadaran hukum supaya dapat mengurangi tingkat kejahatan. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan agar kejahatan dapat diminimalisir dan berharap program Jaksa Menyapa dapat mendekatkan hubungan antara masyarakat Toraja dan Kejaksaan Negeri Tana Toraja semakin dekat dan semakin akrab.
Melalui penjelasan dokter ahli bisa memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran virus Covid-19. Diharapkan masyarakat semakin memahami apa itu Covid-19 sehingga bisa mengambil tindakan yang benar tentang upaya apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini.





Link Video Kegiatan tersebut:




Jumat, 20 Maret 2020

Pemeriksaan Kesehatan Pegawai Kejari Tana Toraja Mencegah Penularan COVID-19

Pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020 pukul 15.00 Wita bertempat di aula kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh Pegawai dan Honorer Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas kesehatan dari RSUD Lakipadada. Pemeriksaan diikuti oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, para Jaksa dan pegawai TU serta honorer.
Pemeriksaan kesehatan pada Kejaksaan Negeri Tana Toraja dilakukan setelah kegiatan Video Conference (vicon) ke-9 tahun 2020 dengan Tema “menyikapi penyebaran Covid-19 dan upaya memutus mata rantai penyebarannya” pada hari ini Senin tanggal 16 Maret 2020 pukul 14.00 wita dengan narasumber Jaksa Agung RI, selanjutnya Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja memerintahkan seluruh pegawai dan honorer Kejaksaan Negeri Tana Toraja untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada yang dilakukan oleh petugas medis atas nama Eko Purnomo Timbayo, dengan jumlah pegawai 21 (dua puluh satu) orang, yang terdiri dari Kajari, para Kasi, Kasubsi, Jaksa Fungsional, Tata Usaha dan honorer 14 (empat belas) orang, secara keseluruhan dinyatakan masih dalam batas normal baik tekanan darah maupun suhu tubuh sekitar 36oC. Pemeriksaan kesehatan berakhir pada pukul 16.30 Wita serta berlangsung dalam keadaan baik dan lancar.








Berikut ini link video rangkuman kegiatan tersebut:


Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Penularan Virus Corona


    Pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2020 pukul 14.00 Wita bertempat di aula kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Penularan Virus Corona yang dihadiri oleh :
§  Kepala Kejaksaan Negeri Tana  Toraja (Jefri P. Makapedua S.H., M.H.);
§  Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Toraja Utara (Yorry R. Lesawengen AP);§  Kepala DP3AP2KB (Boyke Patandianan, MSi);§  Kepala Kesbangpol Toraja Utara (D.T. Rantetasak, SPd., MPd);§  DPML Toraja Utara;§  RSUD Lakipadada (dr. Farma Lelepadang);§  RS Elim Rantepao (dr. Filemon Suryawan Handjaja, Sp.P);§  Tim Sosialisasi Virus Corona dari RSUD Lakipadada Tana Toraja;§  Para pegawai dan staf Kejari Tana Toraja dan Cabjari Tana Toraja di Rantepao;§  Ketua dan anggota IAD Tana Toraja;§  Unsur media;
    Pemateri pada Sosialisasi tesebut adalah para Dokter dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Toraja Utara dan RSUD Tana Toraja yang memiliki keahlian dan pengetahuan dalam penanganan virus Corona.
   Dalam sambutannya Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja menyampaikan bahwa dengan semakin bertambahnya pasien yang terjangkit virus Corona di Indonesia dan lebih khusus Tana Toraja yang merupakan salah satu tujuan wisata, maka perlu dilakukan sosialisasi untuk pencegahan dan penanggulangan penularan Virus Corona tersebut.
  Bahwa adapun materi yang dibawakan oleh dr. Filemon Suryawan Handjaja, Sp.P beserta tim Sosialisasi Virus Corona dari RSUD Lakipadada Tana Toraja yaitu:
A.   Riwayat:
o   Pertama kali dilaporkan di Wuhan, Tiongkok tanggal 31 Desember 2019
o   Coronavirus dapat menyebabkan penyakit pada:
a.    Saluran napas: Flu (demam 38oC) hingga pneumonia
b.    Saluran pencernaan : Biasanya gejala ringan
o   Penyakit berat akibat coronavirus: SARS-CoV (Tiongkok 2003), MERS-CoV (Arab Saudi 2012), COVID-19 akibat SARS-CoV2
B.   Sumber Penularan Corona Virus:
§ SARS-CoV: musang
§ MERS-CoV: unta
§ SARS-CoV2: belum diketahui, curiga dari pasar hewan hidup di Wuhan, Tiongkok
§ Cara penularan: penderita COVID-19 batuk/bersin, droplet ke benda sekitar, disentuh oleh orang lain, lalu menyentuh mata/hidung/mulut à terinfeksi ATAU menghirup droplet
C.   SARS – COV2
·      Dapat bertahan hingga beberapa jam di permukaan benda bergantung pada jenis permukaan, suhu dan kelembaban lingkungan
·      Dapat dibunuh dengan disinfektan sederhana, biasakan mencuci tangan dengan airsabun atau alkohol
D.   Kondisi terakhir per 10 Maret 2020 (09.00 WIB):
o  Total kasus per 9 Maret 2020 = 109.577 kasus, 80.904 kasus (73,8%) dari Tiongkok
o  Total kematian 3.809 kasus (CFR 3,5%)
o  Di Indonesia, dari 694 orang yang diperiksa, 19 positif COVID19, 27 masih dalam proses pemeriksaan, sisanya negatif
o  Berita semalam sudah total 27 kasus konfirmasi, beberapa pasien COVID-19 sudah ada yang negatif hasil pemeriksaannya dan isolasi diri di rumah
E.   Gejala:
§  Ringan: hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, batuk dan demam (38oC)
§  Berat: pneumonia, sulit bernapas
§  Dapat menyebabkan kematian
§  Kelompok yang rentan sakit berat bila terkena COVID-19: usia tua dan dengan penyakit komorbid (DM, penyakit jantung)
F.    Pencegahan:
·           Rajin mencuci tangan
·           Gaya hidup sehat (makan, tidur, olahraga) untuk imunitas tubuh
·           Jaga jarak aman (1 meter) dengan orang yang batuk/bersin
·           Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
·           Hindari bepergian ke daerah terjangkit atau bila sedang sakit
·           Etika batuk dan bersin, hindari meludah di tempat umum
·           Olah daging mentah dengan hati-hati
·           Hindari memakan daging hewan yang sakit/ mati karena sakit
·           Bila ada gejala, segera berobat dan gunakan masker bila sedang sakit

Setelah pemaparan materi dilakukan simulasi cara mencuci tangan dan cara batuk yang baik dan benar guna mencegah penyebaran virus;
    Bahwa acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dalam hal ini Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja memberikan pertanyaan pertama yaitu seperti apa penanganan yang dilakukan pada pasien yang terkena Covid-19 dan apakah sudah ada obatnya. Dijawab oleh dokter Filemon bahwa sampai saat ini obat dari covid-19 masih dalam penelitian dan masih dalam pengobatan gejala saja. Pertanyaan yang kedua dijawab oleh dokter Patricia dimana bapak Yorry R. Lesawengen AP selaku Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata bertanya mengenai bagaimana pencegahan yang dilakukan dalam penerimaan wisatawan asing yang masuk ke Tana Toraja, dokter lalu menjelaskan bahwa cara sedehana yang bisa dilakukan yaitu wisatawan tersebut diberikan kartu kuning dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh dimana juga harus melaporkan jika mengalami demam selama berwisata. Pertanyaan ketiga datang dari saudari Aisah dimana ia bertanya apakah Covid-19 memang mematikan atau ada faktor lain yang menyebabkan pasien meninggal, dijawab oleh dokter bahwa pada pasien yang meninggal ada penyakit penyerta yang memperparah virus ini misalnya pada pasien usia lanjut yang menderita penyakit paru-paru, diabetes, ataupun kelainan jantung yang paling memiliki resiko tinggi kematian pada pasien Covid-19.
   dengan adanya kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penularan virus corona diharapkan dapat mengurangi dan mencegah semakin meluasnya penyebaran virus Corona di Indonesia lebih khusus Tana Toraja.
   para Dokter dan Tim Sosialisasi Virus Corona dari Dinas Kesehatan Toraja Utara dan RSUD Lakipadada Tana Toraja memberikan apresiasi yang sangat besar kepada Kejaksaan Negeri Tana Toraja yang telah mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Penularan Virus Corona ini. kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Penularan Virus Corona berakhir pada pukul 16.00 Wita serta berlangsung dalam keadaan baik dan lancar.


Berikut link video rangkuman kegiatan tersebut:

Rabu, 19 Februari 2020

Inspeksi Umum Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung di Kejaksaan Negeri Tana Toraja

Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, bapak Dr. Warih Sadono, S.H., M.M., M.H., beserta tim melaksanakan inspeksi umum di Kejaksaan Negeri Tana Toraja pada hari Rabu tanggal 19 Februari 2020. Inspektur IV dan rombongan, didampingi juga oleh Asisten Pengawasan Bapak Refli, S.H., M.H. tiba di kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja sekitar pukul 18.00 Wita dan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja serta jajaran Kasi, Kasubagbin, Pemeriksa, Kepala Cabjari Rantepao dan seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Tana Toraja dan Cabjari Rantepao.

Kedatangan Inspektur IV di kantor Kejari Tana Toraja disambut dengan tarian daerah khas Toraja serta dilakukan pemasangan topi dan sarung penghormatan tamu khas Toraja kepada bapak Inspektur IV. Selanjutnya kegiatan inspeksi umum langsung dilaksanakan, Inspektur IV dan tim inspeksi umum memeriksa kelengkapan dan ketertiban administrasi, mengevaluasi kinerja, dan memeriksa ruang kerja tiap-tiap bidang yang ada di Kejari Tana Toraja serta memberikan arahan dan petunjuk guna perbaikan kedepannya. Inspektur IV juga berkeliling memeriksa gedung dan fasilitas kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja seperti, ruang aula, ruang Simkari, ruang Perpustakaan, ruang klinik, ruang pelayanan tilang, ruang pelayanan hukum, dan lain-lain serta memeberikan masukan dan petunjuk mengenai penataan ruang dan gedung kantor agar lebih efektif dan efisien serta keamanannya lebih terjaga.

Inspeksi Umum ditutup dengan pemaparan hasil temuan inspeksi oleh Inspektur IV dan tim kepada jajaran pimpinan Kejari Tana Toraja. Kegiatan inspeksi umum berjalan dengan lancar dan selesai sekitar pukul 20.00 Wita.





















Berikut ini link video rangkuman kegiatan tersebut:


Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja

Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja
JEFRI PENANGING MAKAPEDUA, S.H., M.H.

Alamat Kejaksaan Negeri Tana Toraja

Total Pengunjung

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Mars Adhyaksa

Kenali Hukum, Jauhi Hukuman

Selamat Datang di Website Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.