Satya Adhi Wicaksana

  Latest Posts

Rabu, 06 November 2019

Peninjauan dan Pemantauan Tim TP4D Kejari Tana Toraja Terhadap Proyek Pembangunan Akses Jalan Bandara Buntu Kunik dan Gedung Kantor Satu Atap BPKAD, BAPENDA, dan DUKCAPIL Kab. Tana Toraja


Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja bersama Tim TP4D Kejaksaan Negeri Tana Toraja melaksanakan peninjauan dan pemantauan proyek pembangunan akses jalan Bandara Buntu Kunik di Mengkendek dan pembangunan gedung kantor satu atap BPKAD, BAPENDA, dan DUKCAPIL Kab. Tana Toraja pada hari Selasa tanggal 05 November 2019. Rombongan Tim TP4D Kejaksaan Negeri Tana Toraja yang meninjau langsung antara lain Kasi Intelijen, Kasi Pidsus, Kasi Datun, dan Pemeriksa. Dalam kegiatan peninjauan ini tim TP4D Kejari Tana Toraja didampingi oleh PPK, Konsultan Pengawas, dan kontraktor pelaksana dari masing2 proyek tersebut di atas. 


Proyek jalan Bandara Buntu Kunik merupakan salah satu proyek strategis daerah yang kana menunjang infrastruktur bandara yang juga merupakan proyek strategis nasional. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar 28,4 milyar. Penyelesaian proyek pembangunan akses jalan bandara ini sudah mencapai 40% dan menghadapi kendala yaitu intensitas hujan yang tinggi sehingga menyulitkan mobilitas dan kurangnya stok semen dari pabrik dan distributor semen. 



Setelah peninjauan lapangan ke Bandara Buntu Kunik, tim TP4D Kejari Tana Toraja melanjutkan peninjauan dan pemantauand ke proyek pembangunan gedung kantor satu atap BPKAD, BAPENDA, dan DUKCAPIL Kab. Tana Toraja yang berada di Makale. Penyelesaian proyek tersebut telah mencapai 47,48%. Adapun hambatan atau kendala dalam proyek pembangunan gedung kantor satu atap ini yaitu cuaca yanf tidak menentu serta tidak adanya tempat atau ruang yang cukup untuk akses jalan atau masuknya bahan material tiang baja. Diharapkan dengan kegiatan peninjauan dan pemantauan oleh tim TP4D Kejari Tana Toraja ini proyek pembangunan akses jalan Bandara Buntu Kunik dan pembangunan gedung kantor satu atap BPKAD, BAPENDA, dan DUKCAPIL Kab. Tana Toraja dapat diselesaikan dengan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran, sehingga pembangunan ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Video:



Senin, 04 November 2019

Penandatangan MoU Kerjasama Penanganan Masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara Pemda Toraja Utara Dengan Kejaksaan Negeri Tana Toraja


Bertempat di Ruang kerja Bupati Toraja Utara, kompleks Perkantoran Panga, kelurahan Pasang Lambe Kecamatan Tondon, Bupati Toraja Utara, Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua, SH.MH. mengadakan kegiatan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kerjasama antara pemerintah daerah kabupaten Toraja Utara dengan kejaksaan Negeri Tana Toraja tentang penanganan masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, yang dihadiri dan disaksikan oleh para kepala OPD, para kepala bagian setda Toraja Utara dan dari unsur kejaksaan Tana Toraja pada hari Senin tanggal 04 November 2019.


Kajari Tana Toraja mengatakan bahwa selama ini bidang Perdata dan Tata Usaha Negara sudah bekerjasama dengan Pemda Torut terkait dengan Gugatan perdata dari pihak ketiga terhadap aset-aset pemda Torut, salah satu contoh gugatan perdata aset lapangan gembira di Rantepao yang persidangannya menggunakan jasa Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Tana Toraja.
Selain itu juga kerjasama dalam membantu pemda Torut bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Torut melakukan penagihan- penagihan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pihak ketiga. Serta kerjasama bagian hukum didalam memberikan pendapatan hukum dan pendampingan hukum lainnya.
Dengan adanya perpanjangan kerjasama dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara baik pendampingan hukum dan pemberian pendapat hukum yang diberikan dapat betul-betul membantu pemda Toraja Utara sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Toraja Utara.

Rabu, 30 Oktober 2019

JAKSA MASUK SEKOLAH di SMP Negeri 5 Makale Kabupaten Tana Toraja



Pada hari Rabu, 30 Oktober 2019 sekitar pukul 09.30 bertempat di SMP Negeri 5 Makale, Kabupaten Tana Toraja telah dilaksanakan kegiatan JAKSA MASUK SEKOLAH dengan materi Bahaya Narkoba dan Pentingnya Perlindungan Anak.  Adapun yang turut hadir dalam acara tersebut adalah :
- Jefri Penanging Makapedua S.H., M.H. (Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja);
- Ariel Denny Pasangkin S.H. (Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tana Toraja);
- Amanat Panggalo, S.H. (Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Tana Toraja);
- Benyamin Battong (Kepala Sekolah SMPN 5 Makale)
- Guru dan pegawai SMPN 5 Makale
-  Siswa dan siswi SMPN 5 Makale
- Unsur media.

Bahwa acara dimulai dengan sambutan oleh Benyamin Battong selaku Kepala Sekolah SMPN 5 Makale yang sangat bersyukur dengan adanya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah karena tidak semua sekolah bisa mendapatkan kesempatan sosialisasi oleh Kejaksaan Negeri Tana Toraja.  Sambutan kedua diberikan oleh Jefri Penanging Makapedua S.H., M.H. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja yang menjelaskan pengertian hukum secara umum dalam kehidupan sehari – hari. Kajari Tana Toraja juga menyampaikan peran dan gambaran umum mengenai  Kejaksaan dalam menegakkan hukum di Indonesia. Tak lupa, Kajari mengingatkan agar para siswa dan siswi dapat meningkatkan pendidikan karakter agar para siswa dapat menjadi generasi penerus bangsa yang hebat. Kajari Tana Toraja juga mengajak siswa berinteraksi mengenai hukum serta memberikan coklat kepada siswa / siswi yang berani bertanya / menjawab. 



Ariel Denny Pasangkin, S.H. selaku Kepala Seksi Intelijen  Kejaksaan Negeri Tana Toraja memulai materi dengan mensosialisasikan 5 (lima) bidang yang ada di Kejaksaan Negeri Tana Toraja yaitu Intelijen, Pidana Umum, Pidana Khusus, Perdata dan Tata Usaha Negara, dan Barang Bukti dan Rampasan. Kasi Intel selain menjelaskan jenis-jenis narkoba dan uraian pasal UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba, beliau juga mengingatkan agar para siswa dan siswi menjauhi narkoba karena banyak kerugian yang akan didapatkan apabila berurusan dengan narkoba yaitu malu, dapat dipenjara bertahun-tahun, membayar denda yang cukup tinggi, merusak masa depan, dan masih banyak lagi. Narkoba pun bisa diwujudkan dalam bentuk kue, deppa tori’,  jajanan sekolah, permen, dan sebagainya. Oleh karena itu, siswa dan siswi harus berhati-hati dengan segala makanan terutama jajanan luar. Kasi Intel berharap siswa dan siswi jangan pernah menyentuh apalagi mengonsumsi yang namanya narkoba. 
Amanat Panggalo, S.H. melanjutkan materi tentang Perlindungan Anak. Dijelaskan beliau bahwa Kejaksaan Negeri Tana Toraja sendiri sudah menangani kasus persetubuhan dibawah umur dari awal 2019 hingga sekarang sudah mencapai lebih dari dua puluh kasus untuk Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Tidak hanya kekerasan secara seksual, kekerasan terhadap anak juga dapat terjadi pada kekerasan fisik dan mental. Oleh karena itu untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan, siswa dan siswi dihimbau untuk dapat menggunakan waktu luang dengan lebih bermanfaat, sebagai contoh mengikuti ekstrakulikuler yang ada di sekolah. Kekerasan di sekolah juga bisa terjadi misalnya bully, tetapi harus dibedakan mana bully dan mana bercanda.



Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana Kasi Intel menjawab pertanyaan salah satu siswa yang bernama Febianti  dimana ia bertanya mengenai dampak bagi tubuh apabila mengonsumsi narkotika, Kasi Intel menjelaskan pada inti nya bahwa dampak menggunakan narkoba adalah dapat merusak pikiran, daya ingat, tak sadar, kecanduan, dan dapat pula menyebabkan kematian. Pertanyaan yang kedua dijawab oleh Kasi Intel dimana Theresia bertanya mengenai bagaimana mencegah bahaya narkoba, Kasi Intel lalu menjawab bahwa sosialisasi yang dilakukan sekarang ini adalah salah satu bentuk pencegahan, disisi lain cara untuk mencegah adalah memperdalam keimanan, dan tidak menerima makanan / minuman dari orang yang tidak dikenal serta memanfaatkan waktu secara positif.  Pertanyaan ketiga dijawab oleh Amanat Panggalo dimana Prisilia bertanya mengapa banyak pejabat yang sudah digaji tinggi tapi masih ada yang korupsi, Amanat menjelaskan pada intinya bahwa semua itu tergantung dari kepribadian setiap orang tetapi diharapkan semua siswa dapat menjadi pemimpin bangsa yang dapat membangun Indonesia khususnya Toraja. Randy salah satu siswa bertanya bagaimana cara mencegah korupsi, Amanat dan Kajari Tator menjawab yang pada intinya adalah pencegahan dikedepankan terlebih dahulu, serta diadakan sosialisasi serta diperkuat dengan aturan. Pertanyaan selanjutnya diajukan oleh Febynesya yang bertanya bagaimana cara menghadapi orang yang ketergantungan narkoba, Amanat menjawab bahwa upaya yang pertama dilakukan adalah memberikan rehabilitasi kepada pengguna narkoba serta menasehati agar yang bersangkutan tidak menggunakan narkoba lagi serta tetap memperlakulan mereka layaknya orang normal. Pertanyaan terakhir diajukan oleh Wisli yang bertanya bahwa apa tujuan orang mengedarkan narkoba, Amanat menjawab bahwasalah satunya adalah keuntungan dari penjualan narkoba sangat menguntungkan karena harganya yang tinggi maka dari itu pengedaran narkoba cukup tinggi dan berani. Kajari Tana Toraja menambahkan agar para siswa dan siswi menjauhi narkoba dan bergaul secara positif agar dapat menjadi pemimpin bangsa dan tak lupa untuk selalu berpegang pada firman Tuhan. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Kepala Sekolah SMPN 5 Makale yang mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Tana Toraja atas sosialisasi yang diberikan serta beliau tidak menyangka bahwa anak didik SMPN 5 bisa sangat aktif dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah. Acara selesai sekitar pukul 12.00 Wita.


Video:


Senin, 28 Oktober 2019

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019

Kejaksaan Negeri Tana Toraja melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 pada hari Senin tanggal 28 Oktober 2019 di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Upacara tersebut diikuti oleh jajaran para Kepala Seksi, Pemeriksa, Kepala Subbagian Pembinaan, Kepala Subseksi, Kepala Urusan bidang Pembinaan  serta para Jaksa dan pegawai tata usaha yang ada di Kejaksaan Negeri Tana Toraja dan Cabang Kejaksaan Negeri Tana Toraja di Rantepao.

Selaku inspektur upacara yaitu Kepala Seksi Datun ibu Margaretha Harty Paturu, SH. dan yang ditunjuk sebagai komandan upacara yaitu Ryando W. Tuwaidan, SH. Upacara dilaksanakan pada pukul 08.00 Wita diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara diikuti oleh peserta upacara.
Kemudian upacara dilanjutkan dengan pembacaan naskah pidato peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 oleh Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan Naskah Pembukaan UUD 1945 dan Putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia. Kemudian para peserta upacara menyanyikan bersama Mars Korps Adhyaksa dan upacara ditutup dengan doa. Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 pada Kejaksaan Negeri Tana Toraja berakhir pada pukul 09.00 Wita dan berlangsung dengan tertib dan lancar.






Video:




Kamis, 17 Oktober 2019

JAKSA MASUK SEKOLAH di SMA Katolik Makale


Pada hari Kamis, 17 Oktober 2019 sekitar pukul 09.45 bertempat di SMA Katolik Makale, Kabupaten Tana Toraja telah dilaksanakan Program JAKSA MASUK SEKOLAH dengan materi Bahaya Narkoba dan Pentingnya Perlindungan Anak.  Adapun yang turut hadir dalam acara tersebut adalah :
- Jefri Penanging Makapedua S.H., M.H. (Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja);
- Ariel Denny Pasangkin S.H. (Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tana Toraja);
- Amanat Panggalo, S.H. (Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Tana Toraja);
- Anthon Toding (Kadis Pendidikan Kab. Tana Toraja);
- Kepala Sekolah, guru, dan karyawan SMA Katolik Makale
-  Siswa dan siswi SMA Katolik Makale
- Unsur media.

Bahwa acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh semua peserta, lalu dilanjutkan dengan doa pembukaan . Sambutan pertama diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Tana Toraja dimana beliau sangat bersyukur dengan adanya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dan berharap agar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan Kab. Tana Toraja. Anthon berharap dengan adanya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah, para siswa dan siswi disekolah dapat megerti dan taat hukum serta menjauhi segala macam kejahatan. Mengingat bahwa hampir setiap siswa memiliki smartphone android, Kadis Pendidikan mengingatkan agar para siswa dan siswi pengguna media sosial dapat secara bijaksana menggunakan smartphone nya guna menghindari hukuman yang ada pada UU ITE. Sambutan kedua diberikan oleh Jefri Penanging Makapedua S.H., M.H. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja yang menjelaskan pengertian hukum secara umum dalam kehidupan sehari – hari. Kajari Tana Toraja juga menyampaikan peran dan gambaran umum mengenai  Kejaksaan dalam menegakkan hukum di Indonesia. Tak lupa, Kajari mengingatkan agar para siswa dan siswi dapat meningkatkan pendidikan karakter agar para siswa dapat menjadi generasi penerus bangsa yang hebat. 



Ariel Denny Pasangkin, S.H. selaku Kepala Seksi Intelijen  Kejaksaan Negeri Tana Toraja memulai materi dengan mensosialisasikan 5 (lima) bidang yang ada di Kejaksaan Negeri Tana Toraja yaitu Intelijen, Pidana Umum, Pidana Khusus, Perdata dan Tata Usaha Negara, dan Barang Bukti dan Rampasan. Kasi Intel selain menjelaskan jenis-jenis narkoba dan uraian pasal UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba, beliau juga mengingatkan agar para siswa dan siswi menjauhi narkoba karena banyak kerugian yang akan didapatkan apabila berurusan dengan narkoba yaitu malu, dapat dipenjara bertahun-tahun, membayar denda yang cukup tinggi, merusak masa depan, dan masih banyak lagi. Narkoba pun bisa diwujudkan dalam bentuk kue, jajanan sekolah, permen, dan sebagainya. Oleh karena itu, siswa dan siswi harus berhati-hati dengan segala makanan terutama jajanan luar. Kasi Intel berharap siswa dan siswi jangan pernah menyentuh apalagi mengonsumsi yang namanya narkoba. 
Amanat Panggalo, S.H. melanjutkan materi tentang Perlindungan Anak. Dijelaskan beliau bahwa Kejaksaan Negeri Tana Toraja sendiri sudah menangani kasus persetubuhan dibawah umur dari awal 2019 hingga sekarang sudah mencapai lebih dari dua puluh kasus untuk Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Tidak hanya kekerasan secara seksual, kekerasan terhadap anak juga dapat terjadi pada kekerasan fisik dan mental. Oleh karena itu untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan, siswa dan siswi dihimbau untuk dapat menggunakan waktu luang dengan lebih bermanfaat, sebagai contoh mengikuti ekstrakulikuler yang ada di sekolah.



Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana Kajari Tana Toraja menjawab pertanyaan salah satu siswa yang bernama Jessica dimana ia bertanya mengenai revisi KUHP yang dinilai memperingan hukuman bagi koruptor, Kajari Tana Toraja menjekaskan bahwa yang paling penting bukan hanya menghukum tetapi yang paling penting adalah mengembalikan kerugian negara dan mencegah perbuatan tersebut agar tidak terulang kembali, salah satu nya dengan cara mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah karena siswa dan siswi adalah generasi muda penerus bangsa. Pertanyaan yang kedua dijawab oleh Kasi Intel dimana Rein salah satu siswi bertanya mengenai bagaimana hukuman untuk penerima dan pemberi narkoba, Kasi Intel lalu menjawab dengan memberikan pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba sebagai jawabannya. Pertanyaan selanjutnya dijawab oleh Amanat Panggalo dimana ada siswi yang bertanya apakah bisa pelaku bully dihukum, Amanat mengatakan bisa tetapi apabila umur nya dibawah 18 tahun maka  menggunakan Sistem Peradilan Anak dan Tata Cara Beracara nya agak berbeda dan hukuman serta mengenai masa penahanannya pun  berbeda, dan dijelaskan bahwa setiap perkara anak dibawah umur dapat di diversi (penyelesaian di luar pengadilan secara kekeluargaan). Tetapi perlu dibedakan antara di bully dan bercanda. Acara selesai sekitar pukul 12.00 Wita.

Video:




Senin, 07 Oktober 2019

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tana Toraja

Pada hari Senin tanggal 07 Oktober 2019 telah dilaksanakan acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tana Toraja dari pejabat lama Andi Ardiaman, SH. kepada pejabat baru Ariel Denny Pasangkin, SH. Acara dilaksanakan pada pukul 10.00 Wita di aula kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Acara pelantikan dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, para Kepala Seksi, Kasubagbin, dan Pemeriksa, Kepala Cabang Kejari Tana Toraja di Rantepao, Kasubsi dan Jaksa, Pegawai TU, serta Ketua dan pengurus IAD Daerah Tana Toraja.


Acara dibuka dengan menyanyikan bersama Indonesia Raya dan Mars Korps Adhyaksa dilanjutkan dengan acara inti yang diawali dengan pengambilan sumpah yang dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja lalu pelantikan Pejabat Baru Kasi Intelijen, dilanjutkan dengan penyematan tanda Jabatan, penandatanganan Berita Acara Pelantikan, dan penyerahan memori Serah Terima Jabatan. Selanjutnya acara diisi dengan kata sambutan oleh Kepla Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja mengucapkan terima kasih atas segala sumbangsih dan kinerja baik yang telah diberikan oleh Pejabat Lama Kepala Seksi Intelijen Andi Ardiaman, SH. kepada Kejaksaan Negeri Tana Toraja dan untuk Pejabat Baru Kepala Seksi Intelijen Kejari Tana Toraja Ariel Denny Pasangkin, SH. diharapkan dapat mampu mempertahankan kinerja yang sudah baik pada bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Selanjutnya acara ditutup dengan doa.


Acara pelantikan dan serah terima jabatan ini dirangkaikan juga dengan acara Pisah Sambut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tana Toraja yang dilaksanakan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Acara ini turut pula mengundang beberapa kepala dinas beserta jajaran pegawai Pemerintah Daerah Tana Toraja dan Pemerintah Daerah Toraja Utara, dan rekan pers. Acara dibuka dengan sambutan dari pejabat lama Kepala Seksi Intelijen Andi Ardiaman, SH. yang didampingi istri, lalu dilanjutkan dengan sambutan pejabat baru Kepala Seksi Intelijen Ariel Denny Pasangkin, SH., kemudian kata sambutan dari Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Selanjutnya pemberian cinderamata dari Kejaksaan Negeri Tana Toraja untuk pejabat lama Kasi Intelijen yang diberikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja dan Ketua IAD Daerah Tana Toraja. Selanjutnya acara ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada insan pers terbaik yang ada di daerah Toraja yang diberikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja kepada para perwakilan media massa. Selanjutnya acara diisi dengan acara makan siang bersama dan ramah tamah.







 Video:


Kamis, 03 Oktober 2019

Program JAGA DESA di Kecamatan Sopai Kabupaten Toraja Utara


Pada hari Selasa, 01 Oktober 2019 sekitar pukul 11.00 bertempat di  Aula Kantor Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara telah dilaksanakan Program JAGA DESA (Sosialisasi Optimalisasi Penggunaan Dana Desa). Adapun yang turut hadir dalam acara tersebut adalah :
- Jefri Penanging Makapedua SH., MH. (Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja);
- Andi Ardiaman ,S.H. (Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tana Toraja);
- Parade Hutasoit, S.H. (Kasi Barang Bukti dan Rampasan Kejari Tana Toraja)
- Ritha Rasinan ( Kadis PML Kab. Toraja Utara)
- Camat Sopai;
- Sekcam Rantepao;
- Para Kepala Lembang dan Perangkat Lembang di Kecamatan Sopai dan sekitarnya
- Para OPD
- Masyarakat setempat

Bahwa acara dimulai dengan doa lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Jefri Penanging Makapedua SH.,MH. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja dalam sambutannya ingin agar dana desa di Tana Toraja dan Toraja Utara dapat terwujud dengan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Tepat waktu artinya dapat selesai sesuai waktunya. Tepat mutu artinya mutu nya dapat dijamin dan dipertanggungjawabkan. Tepat sasaran berarti realisasi dana desa dapat bermanfaat bagi masyarakat desa itu sendiri. Para aparat desa diharapkan tidak takut dengan adanya kehadiran pihak TNI, Kepolisian, maupun Kejaksaan.Dalam penggunaan dana desa harus selalu melibatkan masyarakat setempat karena Kepala Lembang dan perangkatnya tidak bisa bekerja sendiri.

Acara dilanjutkan dengan SOSIALISASI PENGAWALAN TERHADAP PENYALURAN PEMANFAATAN DANA DESA TAHUN 2019 DENGAN PROGRAM "JAGA DESA"  oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Andi Ardi Aman S.H.  selaku pembicara yang menyampaikan agar Kepala Lembang untuk lebih transparan mengenai dana desa. Bahwa pencegahan terhadap penyalahgunaan dana desa sangat diperlukan daripada penindakannya.  Selain itu Kasi Intel menyampaikan agar setiap kepala desa wajib melaporkan penyelenggaraan Desa setiap akhir tahun kepada Bupati setiap tahun. Kasi Intel Kejari Tana Toraja menyampaikan agar dana desa dapat dilaksanakan sesuai aturan karena kerugian negara karena korupsi merupakan perbuatan melawan hukum. HOK pun harus 30% dari nilai pembangunan dan tidak boleh per patok.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang mana masalah yang dibahas antara lain perihal penyelesaian masalah administratif, solusi untuk waktu pengerjaan yang terlambat karena sering longsor, Harian Orang Kerja (HOK), penggunaan alat berat, dan pertanggungjawaban dana desa itu sendiri. Adapun peserta yang hadir mencapai 50 orang lebih. Acara berjalan dengan lancar dan selesai pada pukul 13.30 Wita.




Video:




Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja

Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja
JEFRI PENANGING MAKAPEDUA, S.H., M.H.

Alamat Kejaksaan Negeri Tana Toraja

Total Pengunjung

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Mars Adhyaksa

Kenali Hukum, Jauhi Hukuman

Selamat Datang di Website Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.